mengajar-anak.jpg

Untuk Cahaya Mataku : Nasihat Seorang Ayah untuk Ananda Tercinta

Penulis: F. Kusnandar Hidayat
Halaman: 164
Penerbit: Hikmah
Harga toko: Rp 20.000,- (HARGA INIBUKU Rp 17.000,- klik sini)

Anak adalah manusia suci. Ia terlahir dalam keadan polos, jujur, dan bersih. Warna-warni tingkah lakunya ditentukan oleh orangtua dan lingkungannya. Untuk mempertahankan kesucian anak berarti harus memberinya nilai-nilai suci yang telah diwartakan oleh agama.

Orangtua, kata Uri Bronfenbrenner, spesialis pengembangan anak dari Cornell University, sering sibuk dalam “merekayasa” anak. Bagaimana merencanakan agar anak menjadi yang terbaik, bagaimana agar cita-citanya tercapai, pada waktu yang bersamaan orangtua cemas apakah semua rencananya akan berjalan baik. Di sisi lain, anak-anak hidup dalam kubangan informasi yang begitu banyak dan pesat sehingga godaan untuk ikut larut sangatlah besar. Pada titik inilah sebuah panduan diperlukan ntuk menepis kecemasan dan merangsang kreativits positif anak, tanpa menafikan kesuciannya.

Buku Untuk Cahaya Mataku ini berusaha menjernihkan kembali riuh-rendahnya obsesi orangtua dan menawarkan makna yang mengikat akal, emosi, dan hati nurani. Sesungguhnya anak adalah cahaya mata yang akan memancarkan nilai-nilai yang tertanam di dala dirinya dan agar berguna bagi semua.

“Buku ini kiranya merupakan salah satu alternatif jawaban bagi kegamangan kebanyakan orangtua dalam menghadapi zman yang serba tidak pasti ini. Ketika orang mulai menyadari keterbatasan kecerdasan logika, ketika orang mulai melirik berbagai bentuk kecerdasan lain yang dianggap mampu untuk menhadapi zaman yang semakin kompleks, buku ini kiranya bisa menjadi salah satu tuntutan bagi para orangtua untuk menumbuhkan kecerdasan tersebut pada putra-putrinya tersayang.” Dr. Seto Mulyadi

Cara Mengatasi Gejolak Emosi Anak : Panduan Islam dalam Mendidik Anak Supaya Percaya Diri

Penulis: Dr. Malak Jurjis
Jumlah Halaman: 188
Penerbit: Hikmah
Harga toko: Rp 24.000,- (HARGA INIBUKU Rp 20.400,- klik sini)

Sebagian pakar berpendapat bahwa faktor utama penyebab gejolak emosional dan tekanan psikologis anak adalah perasaan bahwa dirinya tidak mampu, perasaan bahwa dirinya dimusuhi serta perasaan bahwa dirinya dikucilkan. Semua ini merupakan akibat dari kurangnya simpati keluarga pada mereka, tidak terlimpahnya rasa cinta yang dibutuhkan, tidak adanya pengawasan orangtua, serta tidak adanya perhatian pada anak. Contoh praksis hal tersebut adalah perilaku buruk orang tua seperti pilih kasih, diskriminasi antara anak laki-laki dan perempuan, tidak menepati janji dan mengurangi kebutuhan-kebutuhan pokok anak. Karena itu, anak akan menjadi tidak tenang, banyak melamun, tempramental, menangis, mudah emosi dan marah karena hal sepele, kejang urat syaraf sambil berteriak histeris, dan lain-lain.

Sering kali, ketika timbul masalah gejolak emosi anak yang seperti itu pada orangtua merasa kebingungan. Buku ini bisa menjadi panduan bagi mereka yang merasa bingung menghadapi masalah tersebut. Di dalam buku ini pembaca akan menemukan beberapa hal penting:
* Bagaimana mengenal dan menanggulangi gejolak emosional anak.
* Bagaimana mengetahui dan mengatasi faktor yang membuat anak takut dan tidak percaya diri.
* Masalah-masalah sulit tidur dan enuresis yang terjadi pada anak.
* Masalah makanan anak dan terapinya.

Kiat Menjadi Orang Tua Bijak : Belajar dari Kesuksesan Luqman Hakim dalam Mendidik Anak

Penulis: Syarif Hade Masyah
Jumlah Halaman: 212
Penerbit: Hikmah
Harga toko: Rp 25.000,-

Tidak mudah untuk menjadi orangtua di zaman seperti sekarang ini. Maklum saja, sekarang ini orangtua punya banyak pesaing; televisi, bintang sinetron pujaan, grup band favorit, dan teman-teman sejawat (peer group) yang setiap hari menjadi teman bagi anak-anak. Anak-anak sekarang sudah lebih pintar, bahkan lebih berani dari orangtua mereka. Pendek kata, orangtua sekarang akan dibuat kewalahan oleh ulah anaknya sendiri.

Buah Hati Rasulullah : Mengasuh Anak Cara Nabi

Penulis: Fuad Kauma
Jumlah Halaman: 172
Penerbit: Hikmah
Harga toko: Rp 19.000,-

Anak adalah amanat Tuhan yang tak ternilai harganya. Kesucian jiwa seorang anak merupakan pertaruhan bagi setiap orang tua agar tak ternoda. Oleh karena itu, setiap perkembangan jiwa dan raga anak harus menjadi perhatian serius seetiap orangtua. Jangan sampai kesucian jiwa anak terkontaminasi oleh virus-virus kemungkaran yang dapat merusak akidahnya, pendidikannya, akhlaknya dan masa depannya. Salah satu caranya adalah jiwa mereka yang masih suci dan polos harus ditanami akidah ketauhidan, ditaburi benih-benih akhlak yang mulia, disirami kasih sayang, dan diberikan perhatian lebih. Insya Allah mereka akan menjadi anak yang saleh. Inilah yang dilakukan oleh Rasulullah dalam rangka mempersiapkan generasi yang tangguh dan berkualitas.

Dalam buku ini penulisnya menyajikan tatacara Rasulullah Saw. dalam mendidik anak. Mendidik tidak sekadar mengajari, tapi juga bersikap, bergaul, dan memberi teladan pada anak. Rasulullah melakukan itu semua, karena anak merupakan buah hati dan makhluk suci.

“Anak adalah ‘buah hati’, karena itu termasuk dari bau surga” (HR Tirmidzi)

Menghadapi kenyataan seperti itu tentu saja para orangtua harus lebih bijak dan arif. Mereka harus sadar bahwa zaman memang sedang berubah. Orangtua tidak bisa sepenuhnya mengendalikan kehidupan anak. Kesuksesan Luqman Hakim – karakter seorang ayah yang diceritakan dalam Al Quran- bisa menjadi teladan yang baik dalam mendidik anak. Masa Luqman Hakim mungkin sudah jauh berselang, tapi pengetahuan dari masa lalu selalu berguna di masa mendatang.

Ada beberapa poin penting yang bisa Anda dapatkan dari buku ini:
* Luqman Hakim dalam penjelasan Al Quran dan Hadis Nabi.
* Identitas dan biografi Luqman Hakim.
* Berkenalan lebih jauh dengan Luqman Hakim; apakah dia tokoh nyata atau fiktif.
* Kiat-kiat Luqman Hakim dalam mendidik anak.
* Hikmah-hikmah yang dapat dipetik dari kehidupan Luqman Hakim.

Syarif Hade Masyah lahir di Pasuruan, 29 Desember 1979. Pendidikan sarjananya diselesaikan pada Jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Jakarta (2001) dan pendidikan magisternya diselesaikan pada Program Pascasarjana Linguistik Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universiats Indonesia (2004), Pendidikan nonformalnya ditempa di Pondok Pesantren An-Nur Lasem dan Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunah Jakarta.

Rasulullah Mencintai Binatang

Penulis: Fuad Kauma
Halaman: 172
Penerbit: Hikmah
Harga toko: Rp 19.500,- (HARGA INIBUKU Rp 16.575,- klik sini)

Binatang adalah ciptaan Allah Swt. yang kehadirannya membawa banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Manusia bisa memakan daging binatang, tenaganya bisa untuk mengangkut barang, bisa dijadikan tunggangan, untuk menjaga rumah, dan melacak pencuri atau penjahat. Namun kerap kali sikap manusia terhadap binatang tidak menunjukkan sifat kasih sayang, bahkan menganiaya dan membunuhnya. Padahal binatang — sama seperti manusia– memiliki perasaan dan membutuhkan perhatian dan cinta. Rasulullah Saw. memahami dengan baik perasaan dan karakter binatang. Beliau juga mengetahui kelebihan dan manfaat binatang. Hal ini tecermin dalam sikap Rasulullah yang selalu menjaga, melindungi, menyayangi, dan membela hak-hak binatang.

Buku ini jelas berharga bagi pendidikan jiwa seorang muslim. Ia memaparkan sekaligus membuktikan sisi lain dari keteladanan yang dibawa oleh Rasulullah Saw., yang patut diikuti oleh pengikutnya. Cara beliau menghadapi dan memperlakukan binatang adalah warisan berharga bagi generasi muslim, namun warisan itu kini sepertinya terlupakan!

Daftar Isi
Bagian Pertama
BEBERAPA AJARAN RASULULLAH YANG TERKAIT DENGAN BINATANG
1. Cara Melepas Binatang Buruan——-1
2. Cara Menyembelih Binatang———3
3. Cara Membasuh Jilatan Anjing——–7
4. Cara Memanah Binatang———11
5. Rusulullah Mengajari Menyamak Kulik———17

Bagian Kedua
RASULULLAH MENYAYANGI BINATANG———41
1. Rasulullah Menyembuhkan Gigitan Ular——–43
2. Rasulullah Memerah Air Susu Kambing———47
3. Rasulullah Suka Memberi Sahabat Binatang——51
4. Rasulullah Berdialog dengan Anjing——–55
5. Rasulullah Sayang terhadap Binatang yang Menyusui—–58

Bagian Ketiga
BEBERAPA LARANGAN RASULULLAH YANG TERKAIT DENGAN BINATANG————-85
1. Rasulullah Melarang Menyiksa Binatang dengan Api——-87
2. Rasulullah Melarang Mengurung Binatang————90
3. Rasulullah Melarang Memukul Binatang—–92
4. Rasulullah Melarang Menstempel Wajah Binatang—95
5. Rasulullah Melarang Menjadikan Binatang sebagai Sasaran Memanah—–98