Energi Salat

Afzalur Rahman dan Murtadha Muthahhri, Serambi, Agustus 2007, 234 halaman

Gali Makna, Genggam Ketenangan Jiwa

Sudahkah salat kita mengekang hasrat untuk merusak?
Sudahkah salat kita mencegah keinginan untuk korupsi?
Sudahkah salat kita membangkitkan energi terpendam kita?

Salat adalah hadiah terindah dari Allah. Afzalur Rahman menegaskan bahwa cara tercepat meraih rahmat adalah salat. Ada hubungan erat antara gerakan salat dan rahmat Allah. Bacaan ayat dan doa kala kita salat pun berdampak luar biasa pada kekuatan mental kita. Ayat-ayat yang kita baca menghasilkan pengaruh radionik sehingga timbul energi tak kasatmata dalam diri kita. Semua itu dapat terjadi asalkan tata cara, bacaan, dan penghayatan kita selaras dengan yang diajarkan Nabi.

Bagian kedua buku ini memuat pembahasan Syekh Muthahhari tentang intisari salat. Dengan gaya tutur sederhana dan mudah dimengerti, Muthahhari menguraikan bahwa salat berfungsi membentuk sifat dan kepribadian manusia. Salat tak hanya mencerminkan hubungan pribadi kita dengan Allah, tapi juga harus berdampak sosial. Salat—yang kita awali dengan pengagungan Allah (takbîr)—harus kita pungkasi dengan menebarkan kedamaian (salâm) bagi seluruh alam.

Buku dari dua tokoh muslim ternama ini mengandung banyak saripati makna dan hikmah seputar salat, mulai dari disiplin waktu, wudu, azan, bangun malam, niat, gerakan-gerakan, hingga tafsir surah Al-Fâtihah. Sangat layak menemani Anda meraih ketenangan jiwa!