AISYAH The Endless Love

Dr. Abdurrahman bin Shalih al-Asymawi, Embun Publishing, Juni 2007

Diantara para istri Rasullullah SAW yang begitu agung, hanya Aisyah lah yang semenjak usia belia telah dihadirkan Allah SWT untuk menyandingi babak fenomenal kehidupan Rasullullah SAW. Melalui secarik kain sutera hijau di tangan Jibril, Aisyah dihadirkan sebagai penyanding kemuliaan Khdijah untuk Rasullullah SAW, sebagai istri dunia akhirat. Hanya bersama Aisyah pula, satu-satunya istri Rasullullah SAW, yang tatkala wahyu nan suci turun, sementara Rasullullah SAW tengah bermadu cinta bersama Aisyah. Sehingga Jibril pun pernah menitipkan salam kepadanya. Dan hanya di rumah dan di pangkuan Aisyah pula, Rasullulah SAW mengungkapkan keinginan terakhirnya untuk menghadap Sang Khalik untuk selamanya. Sebuah babak istimewa kehidupan yang sempurna. Romantika elegi Hawa, kesehajaan Aisyah, kesucian Maryam, dan kegigihan Khadijah; semuanya tercermin dalam sosok fenomenal Ummul Mukminin Aisyah. Dialah Wanita Sang Penjaga Moralitas dan Intelektulitas Islam sepanjang zaman. Sutera hijau telah menghadirkan dirinya menjadi pendamping abadi Rasullullah SAW.