Kisah Jenaka Juha 1 (Humor)

Dr. Darwish Juwaidiy, Embun Publishing, Februari 2006, 160

Suatu hari Syeh Nasrudin Afandi duduk di atas kursi mimbar sebuah masjid kota Aq Syahar dan berkata, “Wahai orang-orang yang beriman, apakah kalian tahu apa yang akan aku sampaikan pada kalian?” Para hadirin menjawab, “Tidak, kami tidak tahu.” Lalu Nasrudin berkata, “Apabila kalian tidak tahu, maka tidak ada gunanya aku berbicara.” Lalu ia pun turun dari kursi. Keesokan harinya ia kembali lagi, dan melontarkan pertanyaan yang sama kepada hadirin, kali ini mereka menjawab, “Ya, kami sudah tahu.” Kemudian ia berkata, “Kalau kalian sudah tahu, untuk apa aku bicara lagi.” Para hadirin berembuk untuk membuat kesepakatan di antara mereka, bahwa apabila pertanyaan yang sama dilontarkan kepada mereka, maka mereka akan menjawab dengan dua jawaban bervariasi, sebagian menjawab tidak tahu dan sebagian lagi menjawab sudah tahu. Ketika untuk ketiga kalinya Syeh Nasrudin Afandi bertanya kepada mereka dengan pertanyaan yang sama, maka terdengar jawaban yang berbeda di antara hadirin, antara tidak dan sudah. Lalu ia berkata, “Bagus sekali, berarti yang sudah tahu memberitahu yang belum tahu.”