Menjadi Wanita Spesial

Najla binti Nail, Embun Publishing, Mei 2007, 160 halaman

Dua kuntum bunga saling mendekat dan berbicara. Nada bicara mereka penuh kekaguman dan ketakjuban. “Lihat bunga itu, menarik sekali! Aromanya sungguh luar biasa.” “Benar, benar!” “Bunga itu sungguh beda. Seandainya kita bisa seperti dia. Dia tidak hanya istimewa dalam warnanya yang menarik dan aromanya yang harum, manfaatnya pun tak ada habisnya. Tidak pernah putus sepanjang musim, baik musim panas atau dingin, musim semi atau gugur. Lebah mengerumuninya dan menyantap madunya yang terus mengalir. Betapa banyak dia memberi manfaat dan tak pernah mengenal lelah.” Sampai di situ, keduanya tidak bisa menahan diri dan berucap serentak, “Benar. Dia begitu istimewa!” Tiba waktunya bagi Anda, wahai saudariku! agar teman-teman Anda memandang Anda dengan penuh kekaguman. Anda memang layak menjadi wanita istimewa. Mari kita daki tangga keistimewaan dan jadikan simbol Anda, “Jadilah wanita spesial.” Spesial terhadap Allah, suami, anak-anak, dakwah, rumah, dapur, pakaian, perhiasan, dan waktu Anda.”