Meraih Kenikmatan Ibadah

Amru Khalid, Embun Publishing, 288 halaman

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” (adz-Dzaariyaat [51]: 56) Kita diciptakan untuk beribadah kepada Allah swt. dan tidak kita mungkiri bahwa kita beribadah untuk melaksanakan kewajiban dan takut akan siksa neraka. Hal ini tidaklah salah, namun terkadang atau mungkin kerap kali kita merasakan beban psikologis yang sangat berat untuk beribadah. Alih-alih merasa terbebani inilah seluruh kenikmatan yang seharusnya kita rasakan ketika beribadah, hilang atau semakin jauh. Seakan-akan, kenikmatan itu berada di langit yang ketujuh sementara kita tertelungkup di bumi dengan tangan yang menggapai-gapai. Inilah yang menjadi latar belakang penulisan buku ini. Penulis menyampaikan substansi ibadah dan pahala yang dikandungnya secara gamblang, sebagaimana yang telah dipaparkan oleh Rasulullah kepada generasi pertama umat Islam. Substansi ibadah dan pahala yang dijanjikan, yang membuat orang-orang saleh senang berasyik-mansyuk dengan ibadah hingga mereka dapat merasakan manisnya ibadah dan meneguk seluruh kesegarannya serta meraih kenikmatannya yang multikompleks.