pustaka-muslim-muslimah.jpg

Sedekah Cinta: Perjuangan Seorang Ibu Melepaskan Putranya dari Cengkeraman Leukemia dengan Terapi Sedekah

Pengarang: Diana Ekarini dan Ary Nilandari
Penerbit: Pustaka Mizan
Halaman: 188
Harga toko: Rp 49.500,- (HARGA INIBUKU Rp 42.075,- klik sini) Hardcover

Deskripsi : Langit terasa runtuh ketika Diana mengetahui putranya, Abi, divonis leukimia. Sejuta tanya seketika tumbuh di hatinya. Mengapa Tuhan secepat ini berencana merengut nyawa anakku? Mengapa Tuhan memberi ujian yang teramat berat bagiku?

Pilihan tunggal secara medis untuk mengobati Abi adalah Kemo Theraphy. Keputusan yang tidak mudah bagi banyak orangtua. Satu hal karena biaya yang tidak ringan. Sementara proses Kemo Theraphy tidak boleh terputus selangkah pun. Hal lain adalah mitos-mitos menyeramkan yang akan dialami semasa menjalani Kemo Theraphy.

Tapi Ibu mana yang merelakan anaknya terus dicengkeram maut?

Atas petunjuk-NYA, Diana memutuskan untuk menjalani terapi sedekah. Dengan bersedekah, Diana berharap doa-doanya akan lebih mudah dikabulkan. Dan itu terbukti!

Begitu banyak hikmah yang dipetik Diana saat menjalani ujian kehidupannya. Banyak pula karunia Allah yang dirasakannya setelah menjalani terapi sedekah. Dengan membaca buku ini, kita akan menemukan banyak hikmah yang menggetarkan dan mampu meningkatkan kualitas keimanan kita!

“Membuktikan bahwa sedekah bisa membantu proses penyembuhan.”
-Ustad Yusuf Mansur, Wisata Hati

“Mengharukan! Buku ini sebagai bukti keajaiban sedekah.”
-Anneke Puteri, Artis dan Pengajar di a Klinik Akting Plus

Diorama Sepasang Albanna

Penulis: Ari Nur
Jumlah Halaman: 216
Penerbit: Mizan Pustaka
Harga: Rp 32.500,- (HARGA INIBUKU Rp 27.625,- klik sini)

Rani meraih telapak tangan Siva, sahabatnya. Dia membuat coretan bstrak dengan jarinya, sebuah garis lurus yang terpenggal oleh komposisi garis berbentuk persegi panjang.
“Rasulullah pernah menggambar seperti ini di tanah dengan ranting. Garis lurus ini menggambarkan hidup kita, cita-cita kita dan kotak ini adalah kematian yang akan memenggalnya.”

Rani, arsitek muda yang cerdas, memiliki impian indah dalam hidupnya mendirikan biro arsitek dengan nama AlBanna yang berarti sang Pembangun. Namun kerikil tajam senantiasa merintangi langkahnya, terutama dari Ryan, bosnya di Kan Petra. Pria yang banyak pemujanya itu ternyata diam-diam menaruh hati kepada Rani. Penaut dua hati mereka adalah saat mereka menyadari sama-sama mengidolakan sosok Imam Hasan Al-Banna. Sayangnya, saat Rani kemudian menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada Ryan, dia ditinggalkan begitu saja tanpa jejak yang pasti. Semua membalikkan hidup Rani hingga dia terpuruk dalam kegalauan.

Sanggupkah Rani bangkit untuk menjalani kembali hidupnya yang luluh lantah? Akankah Ryan kembali menyemangati hidup dan cintanya?

Novel ini berhasil meramu kisah cinta dengan dunia arsitektur yang penuh pelajaran berharga. A romantic story in different way ….

Bukti Cintaku Pada-Mu: Tatkala Jilbab Bukan Penjara (Hardcover)

Penulis: Astrie Ivo
Halaman: 120
Penerbit: Mizan Pustaka
Harga toko: Rp 39.500- (HARGA INIBUKU Rp 33.575,- klik sini)

“Aku betul-betul malu pada Dia Yang Maha Kasih, ternyata ibadahku selama masih kurang. Terutama sekali ketika aku baru memahami ayat-ayat cinta-Nya tentang berhijab. Tentu saja hal ini membuatku tak tenang dan merasa dibayangi. Aku berusaha memenuhi perintah-Nya dengan meminta restu pada keluarga dan orang-orang tercinta. Namun perjuanganku tidaklah semudah yang kubayangkan, banyak rintangan dan halangan yang membuatku semakin kuat untuk berjilbab.”

Itulah salah satu kisah perjuangan Astrie Ivo dalam menjalankan ibadah yang sejati. Lebih tepatnya buku ini sebagai bukti cintanya pada Sang Maha Rahman dan Rahim. Dengan bahasa tutur dan kejujurannya dalam berkisah membuat kita secara tidak langsung akan merasakan manfaat dari tapak-tapak perjuangan Astrie Ivo . Inilah Bukti Cintaku Pada-Mu.

Sesungguhnya kecantikan wanita yang hakiki ada di selembar kain yang menutupi mahkota rambut indahnya…jilbab…dan Astrie Ivo adalah salah satu wanita yang dipandang cantik, tapi tidak berujung pada syahwat.
-Ustad Jefri Al Bukhori

Melalui pengalamannya yang sangat menarik, menjadi motivasi Muslimah untuk berkerudung!
-Inneke Koesherawati, Artis dan Presenter

Subhanallah, janji Allah selalu benar. Satu langkah kita menuju kepada-Nya, seribu langkah Allah menuju kepada kita. Itu yang kurasakan ketika aku memakai jilbab. Bunda Astrie Ivo menginspirasiku untuk berjilbab.
-Zaskia A. Mecca, Artis dan Bintang Iklan

Tragedi Nadra

Penulis: ISA KAMARI
Halaman: 324
Penerbit: Hikmah
Harga toko: Rp 38.500,- (HARGA INIBUKU Rp 32.275,- klik sini)

Peristiwa berdarah, tragedi antarbangsa yang mengatasnamakan agama itu terjadi pada 11-13 Desember 1950 di Singapura dalam bentuk kerusuhan dahsyat. 18 orang terbunuh, 173 orang luka parah. Pemicunya adalah Nadra. Gadis 13 tahun yang diperebutkan hak asuhnya ini menjadi isu internasional, bahkan sampai saat ini.

Nadra, bernama asli Maria Hertogh, adalah gadis Belanda. Ibunya, Adeline, yang tak mampu membiayainya saat dia berusia lima tahun, memberikannya kepada Aminah, perempuan Melayu yang banyak membantu keluarga mereka dan tak bisa memiliki anak sendiri. Bahkan, Adeline telah mengizinkan Maria diasuh secara Islam.

Tumbuhlah Maria sebagai Nadra, gadis yang meski berparas Eropa, memiliki sifat dan kebiasaan seorang muslimah Melayu. Dia memiliki kehidupan yang tenang dan bahagia ketika orangtua kandungnya mencarinya, ingin mengklaim hak asuh atasnya kembali. Saat itu, di usia tiga belas tahun, Nadra yang baru saja menikah dengan pria pujaan hatinya, diperebutkan. Sidang demi sidang di pengadilan Singapura memicu banyak pihak bersimpati. Tragedi dua keluarga menjadi tragedi bangsa yang membawa nama budaya dan agama. Siapakah yang sebenarnyaberhak dan lebih mencintai Nadra, ibu kandungnya ataukah ibu angkatnya?

“Kekuatan agama, harga diri bangsa, dan semangat kemerdekaan menjadi latar, yang mencengkeram jiwa, dalam kisah Nadra. Ditambah pula, pertarungan di persidangan, yang berusaha memisahkan Nadra dengan suami dan ibu angkatnya. Peristiwa yang terjadi setelah masa Perang Dunia II di Singapura ini telah dilukiskan dengan sangat halus dan hidup oleh penulis. Seolah-olah, kita berada dalam cerita dan ikut merasakan perasaan orang-orang yang menyayangi Nadra.”
-Prof. Dr. Nik Abdul Aziz, Universitas Kebangsaan Malaysia

“Rasakanlah halusnya jiwa Nadra dan kasih sayang orangtua kandungnya, yang akhirnya membawa luka. Sudah seharusnya, nilai agama dan nilai bangsa tidak boleh dijualbelikan.”
-Aie, Novelis Grafis Malaysia

“Sebuah pertarungan budaya dan agama yang kesannya masih terasa hingga saat ini. Meskipun sudah berlalu dalam beberapa dekade, kisah Nadra tetap terpahat rapi dalam lipatan sejarah bangsa.”
-Prof. Madya Nor Anita M. M Nordin, Pemenang Hadiah Bahasa Malaysia

“Novel sejarah Atas Nama Cinta karya Isa Kamari ini akan membuka dan mendobrak pikiran kita semua akan arti cinta, pengorbanan, dan kemanusiaan yang sejati. Atas Nama Cinta berusaha menjadi novel simbol genre sejarah dalam dunia sastra Melayu.”
-Razak Ismail, sastrawan Singapura

“Kali ini, dengan lahirnya novel Atas Nama Cinta, saya membayangkannya sebagai sebuah pembulatan tekad dari seorang sastrawan, yang telah membuktikan kedudukannya sebagai novelis sejati.”
-Roslie Sidik, cerpenis Singapura

“Kisah Nadra telah disampaikan dengan bahasa yang halus dan jelas. Bahasanya membuai jiwa dengan rasa sedih dan kesal. Semoga bangsa Melayu di seluruh Nusantara dapat mengambil pelajaran darinya….”
-Yang Berbahagia, Haji Zakarrya Adam, Sekretaris Negara Kementerian Agama dan Kepercayaan Kamboja